Rabu, 26 Oktober 2011

METODE PERSIDANGAN

Reaksi: 
METODE PERSIDANGAN
Persidangan adalah sebuah media atau tempat untuk merumuskan suatu permasalahan yang muncul dalam suatu komunitas yang didalamnya
mutlak terdapat beberapa perbedaan faham dan kepentingan yang dimilikinya. Persidangan juga dibuat dalam rangka merumuskan hal-hal yang menjadi kebutuhan sebuah kelompok/organisasi dalam menjalankan tata kerja organisasi tersebut. Persidangan itu sendiri dibuat melalui mekanisme-mekanisme yang telah dibuat sebelumnya.
Mekanisme yang ada didalam persidangan ini berfungsi untuk menjaga keteraturan setiap elemen yang ada didalam sidang tersebut agar persidangan dapat berjalan lancar secara harmonis dan kondusif.
Demi kelancaran sebuah persidangan, hendaknya didukung oleh beberapa perangkat-perangkat yang ada didalamnya, diantaranya adalah :
1. Pimpinan sidang adalah Pimpinan sidang adalah orang-orang yang telah ditunjuk sebelumnya oleh peserta sidang yang mempunyai tugas untuk mengarahkan sidang dan ,menetapkan hasil keputusan yang telah disepakati oleh seluruh peserta sidang. Pimpinan sidang biasanya terdiri dari 3 (tiga) orang, yakni pimpinan sidang ketua; pimpinan sidang sekretaris (notulen) yang bertugas untuk mencatat segala ketetapan yang telah disepakati dalam persidangan untuk kemudian diarsipkan; dan pimpinan sidang anggota yang mendampingi kedua pimpinan sidang ketua dan pimpinan sidang sekretaris.
2. Materi sidang adalah materi/konsep permasalahan yang akan dibahas didalam persidangan. Materi ini merupakan rangkuman dari beberapa pokok-pokok permasalahan yang ada dalam tubuh organisasi tersebut.
3. Peserta sidang adalah peserta yang mengikuti proses persidangan yang merupakan anggota dari organisasi tersebut. Peserta sidang ini nantinya merupakan penentu setiap kebijakan/keputusan dari permasalahan yang dibahas dalam persidangan.
Perangkat pendukung lainnya adalah palu siding, alat tulis menulis dan pengeras suara.
Adapun beberapa jenis ketukan palu sidang yang dilakukan oleh pimpinan sidang ketua yakni : ketukan palu 1 kali, dilakukan untuk menyepakati keputusan forum. ketukan palu 2 kali, dilakukan untuk menskorsing/pending siding. ketukan palu 3 kali, dilakukan untuk menetapkan hasil keputusan forum (konsideran) dari tiap agenda sidang.

Metode persidangan adalah langkah-langkah yang ditempuh untuk memperoleh hasil persidangan.
METODE PERSIDANGAN
(Tinjauan Komprehensif Untuk Organisasi Formal)
A. Pengertian Persidangan
Sidang : Rapat, Rembuk, Musyawarah dalam situasi formal.
Beda Sidang dengan Diskusi
1. Waktu Perencanaan (Sidang terencana sedangkan diskusi lebih bersifat insidental)
2. Jenis dan Kuantitas Peserta (Sidang harus memenuhi syarat-syarat sahnya sidang)
3. Materi (sidang terdiri dari 1 jenis materi, sedangkan diskusi tidak terbatas)
4. Kekuatan hukum. (Sidang lebih memiliki kekuatan hukum)
B. Hakekat Tekhnik dalam Persidangan
Tekhnik adalah cara bersidang yang sesuai konstitusi atau aturan.
Tujuan memahami Tekhnik dalam bersidang adalah:
Tercapainya keputusan bersama dengan cara yang nikmat dan sah, serta memiliki kekuatan hukum yang lebih untuk dipertahankan dikemudian hari.
C. Bentuk – Bentuk Persidangan
1. Ditinjau dari Jenis Peserta
Rapat Bidang, Rapat Pengurus, Rapat Panitia, Rapat Dewan, Sidang Komisi, Sidang Parlemen dll
2. Ditinjau dari Jenis Keputusan
Kongres, Muktamar, MUSANG, MUSDA, MUSCAB, Rapat Internal, Pleno” dsb.
3. Ditinjau dari Waktu Pelaksanaan
Rapat Harian, Rapad dwimingguan, Rapat Bulanan, dsb
D. Sebuah diskusi memenuhi untuk dikatakan Persidangan kalau…….
1. Terdapat permasalahan
2. Terdapat peserta sidang yang sesuai quorum
3. Adanya petugas persidangan terutama pimpinan sidang
4. Tersedianya kelengkapan sidang yang memadai
5. Terdapat draft atau kesepakatan tekhnis pra-persidangan seperti konvensi ketukan palu.
6. Terdapat keputusan.
E. Arti Strategis dan Nilai dari Persidangan
1. Sebagai alat Pemecahan Masalah
2. Sebagai Pemersatu dalam Dinamika Pemikiran
3. Ciri khas masyarakat intelektual
F. Mengapa Sidang Butuh Etika Khusus?
· Menekan kemunculan pendapat yang bersifat subjektif
· Menghindari timbulnya masalah baru
· Menjaga agar proses persidangan tetap pada garis penyelesaian masalah, bukan adu argumen”.
· Melahirkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan semua peserta sidang
· Demi kenyamanan bersidang
Hakekat Etika : adalah mencakup tata cara berinteraksi yang sopan, serta menjalankan Tekhnik dalam Persidangan.
G. Istilah – istilah dalam Persidangan
1. Pending, adalah menghentikan sidang sejenak dikarenakan terdapat kendala tekhnis atau prinsip.
Contoh ; makan, shalat, kebakaran dsb.
2. Skorsing, adalah menghentikan sidang sejenak untuk melakukan lobying, dikarenakan sulitnya mencapai kesepakatan antar peserta sidang yang berseteru.
3. Lobying, merupakan proses diskusi antar peserta sidang diluar pengaturan pimpinan sidang.
4. Pencerahan, merupakan upaya seorang peserta sidang untuk meluruskan kesalahfahaman yang terjadi antara peserta sidang yang lain.
5. Voting, merupakan prosesi pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak setelah jalan musyawarah mengalami kebuntuan.
6. Quorum, merupakan syarat sebelum persidangan dimulai, agar keputusan dapat dianggap sah.
7. Interupsi, yaitu memotong pembicaraan orang lain.
a. Interupsi Poin of Order
Dilakukan jika terdapat disfungsi peserta sidang (termasuk petugas” sidang) yang dianggap mengganggu jalannya persidangan.
b. Interupsi Poin of Clarification
Dilakukan jika terdapat penyampaian pendapat atau informasi yang butuh klarifikasi.
c. Interupsi Poin of Information
Dilakukan untuk menyampaikan informasi tambahan yang dianggap membantu maupun informasi yang sifatnya tehnis.
d. Interupsi Poin of Personal Previllage
Dilakukan jika terdapat pendapat yang terlalu menyudutkan pihak tertentu, diluar substansi permasalahan
Catatan
· Tidak ada interupsi diatas interupsi
· Tidak ada interupsi disaat sunyi”
· Pimpinan sidang menguasai sirkulasi penyampaian pendapat
--------------------------

*Usman Ali

Kamis, 18 November 2010

HMI Komisariat Tarbiyah Gelar Tudang Sipulung

Reaksi: 
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah UIN Alauddin Makassar, menggelar Tudang Sipulung (diskusi) di pelataran perpustakaan lantai I, Kamis (20/05/2010). Tudang Sipulung merupakan program kerja bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP), menghadirkan dua narasumber, Syamsul Bahri dan Zubair Azis. Tudang Sipulung berlangsung selama dua jam, dihadiri sekira 30 orang mahasiswa kader HMI dari berbagai komisariat yang ada di UIN Alauddin, mengangkat tema Harga Sebuah Loyalitas Terhadap Lembaga Kemahasiswaan. Dari pantauan UIN Online, acara Tudang Sipulung ini sempat mengundang perhatian mahasiswa yang lalu lalang di pelataran perpustakaan lantai satu, Kampus I jalan Sultan Alauddin Makassar. Narsumber yang tampil pada kegiatan ini adalah kader HMI Komisariat Tarbiyah. Mereka mengupas makna dari loyalitas. Dikatakan ?loyalitas bukan hanya ketika kita tercover dalam sistem disuatu kelembagaan, tetapi dikatakan loyalitas jika memiliki tanggung jawab bersama,? paparnya. Pada akhir sesi diskusi, narasumber menghimbau pada kader HMI agar tidak hanya sebatas diskusi saja, tapi mengaplikasikannya jauh lebih penting. ?Kami berharap agar diskusi kita hari ini tidak hanya sebatas wacana, tetapi bagaimana kita mengaplikasikannya sebagai mahasiswa yang berlembaga, harap Zubair Azis. *) http://uin-alauddin.ac.id/index.php?module=detailberita&id=243

Arogansi Romli HMI Cabang Gowa Raya di Kongres HMI XXVII Depok

Reaksi: 
Kongres HMI XXVII yang digelar di Depok yang resmi dibuka pada tanggal 6 November 2010 silam oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malarangeng dengan tema “Sinergi Indonesia HMI untuk Indonesia Bermartabat”. Lazimnya setiap Kongres HMI selalu tidak lepas dari fenomena “romli” (baca: rombongan liar). Kehadiran romli pada setiap momentum Kongres HMI ibarat “two side in the same coin”, di satu sisi mereka ikut menyemarakkan Kongres dan memberikan bukti kebesaran organisasi ini dan di sisi lain sering membuat ulah sekaligus kekacauan. Dan sekali lagi stigma negatif romli sebagai trouble maker kembali terulang di Kongres Depok.

Seperti peristiwa yang terjadi Jumat dini hari di arena Kongres, saat terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh romli asal Cabang Gowa Raya terhadap dua orang kader dari HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara. Arogansi kader-kader Gowa Raya ini sudah tidak bisa ditolerir lagi. Pengeroyokan yang terjadi akibat oknum kader Gowa Raya yang mengkonsumsi minuman keras ini sangat memalukan dan tidak bisa dimaafkan. Pemecatan secara tidak hormat sebagai kader atau bahkan menurunkan status HMI Cabang Gowa Raya adalah sanksi yang sangat rasional.

Mungkin teman-teman Gowa Raya tidak sadar siapa yang mereka aniaya. Dan perlu diketahui mereka tidak akan dengan mudah meninggalkan arena Kongres sebelum ada pertanggug jawaban secara material, non material atau bahkan fisik. HMI adalah anak kandung umat dan bangsa bukan milik Gowa Raya dan insiden dini hari tadi telah menodai citra HMI sebagai laboratorium pemikiran generasi muda Islam. Ironis memang di arena Kongres yang sakral ada kader yang mengkonsumsi minuman keras yang telah jelas diharamkan oleh Islam. Ini semakin mempertegas fakta bahwa minuman keras adalah root of all evils. HMI adalah kota ilmu dimana semua disiplin ilmu berhimpun untuk menciptakan tatanan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT dan haram hukumnya bagi orang-orang yang berperilaku brutal dengan mengedepankan naluri hewaniah seperti otot dan jumlah massa. Yakin usaha sampai…..


*) http://regional.kompasiana.com/2010/11/12/arogansi-romli-hmi-cabang-gowa-raya-di-kongres-hmi-xxvii-depok/

Kamis, 05 Februari 2009

C@KRA

Reaksi: 

C@kra,-_ Konferensi Cabang (Konfercab) ke-VI Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Cabang Gowa Raya (CAGORA) periode1428-1429 H/2007-2008 M akhirnya akan dilangsungkan pada hari ini bertempat di STIE Amkop, Makassar. Setelah mengalami penundaan beberapa kali. Suatu kondisi dimana kebijakan demi kebijakan akan bermunculan demi menatap masa depan cerah CAGORA yang kini kian suram.

Konferensi Cabang merupakan agenda rutin HMI Cabang untuk melakukan regenerasi dan evaluasi kepengurusan, demi tercapainya tujuan HMI "Terwujudnya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya Masyarakat Adil Makmur yang diridhoi Allah SWT" sebagimana tercantum dalam AD Himpunan Mahasiswa Islam pasal IV demi menjaga konsistensi sebagai organisasi kemahasiswan dan pekaderan.

Konfercab ini akan dihadiri sekurang-kurangnya 10 komisariat dengan 9 komisariat penuh dan 1 komisariat peninjau. Dengan jumlah peserta 25 orang peserta penuh dan 10 orang peserta peninjau. Dan, Rencananya konfercab ini akan dibuka langsung oleh ketua Badko Hmi Sulselrabar, serta menghadirkan pembicara yang handal seperti Kanda Dr. Sabri AR, Kanda Dzulkarnain S.Sos I, M.M dan kanda Ir Syamsul Bahri As, dengan Abdul aziz sendiri yang menjadi moderatornya.

Konfercab kali ini mengusung tema : Integritas kader HmI; Upaya menjawab persoalan ummat & bangsa. Berhubungan dengan tema tersebut Syamsul Bahri yang juga coordinator stering memaparkan bahwa, wajah HMI hari ini tak seindah dulu lagi, hmi yang dulunya gentol dengan keilmuan, diskusi serta kajian kini berubah, sehingga dengan mengangkat tema ini kami berharap Hmi mampu mengembalikan taji keilmuannya, karena dengan keilmuan-lah sehingga nama Hmi menjadi termasyur di bumi pertiwi ini.

Sebagai seorang steering yang bertanggung jawab dalam Konfercab, Irfan Wahab (IWA) Menuturkan bahwa konfercab sempat tertunda beberapa kali, yang tadinya tanggal 24 Januari, kemudian dipindahkan ke tanggal- 28 Januari kemudian ditunda lagi sampai tanggal 30 Januari, kemudian digeser menjadi 31 Janauri yang akhirnya mentok pada tangaal 2 februari, di leg Antang. Penundaan dilakukan karena keterlambatan pemasukan database keanggotaan komisariat yang disetor kecabang, serta tempat pelaksanaan yang silih berganti. Selain itu, Ketua panitia Konfercab yang di SK-kan Pengurus Cabang (Muh. Isra) mengundurkan diri dari jabatannya. “Dia beralasan mau pulang kampung”, jelas Iwa.

Langkah yang tepat dilakukan oleh pengurus cabang dengan langsung menggantikan Muh. Isra dengan Mudatzir yang pernah menjabat sebagai ketua umum komisariat syariah, yang tadinya sebagai sekertaris panitia.

Begitu pula dengan harapan yang dituturkan Zubair azis yang juga menjabat sebagai ketua cabang gowa raya, “Saya berharap pada pengurus baru nanti bahwa pengkaderan di cabang lebih di permantap lagi karena basic kita semua adalah pengkaderan, dalam hal ini ke-ilmuan sebagai kader harus lebih di kedepankan lagi, demi masa depan cabang gowa raya pada khususnya dan HMI pada umumnya.

Namun beda halnya dengan Nurul Idhar, sebagai wasekum PA cabang seteleh dikonfirmasi via sms beliau berkilah ini semua pasti motifnya politik sehingga konfercab ditunda dan ditunda.

Kataku jie

Kandidat Ketum HMI Kasak-kusuk

Menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Gowa Raya yang akan berlangsung 02 Februari 2009 di LEG Antang, Makassar. yang tadinya di tempatkan di Baruga Athirah (LEG) Antang Makassar, sejumlah kandidat calon ketua umum (ketum) mulai kasak-kusuk mencari dukungan. Namun, tak sedikit tim sukses calon yang mencari dukungan di sejumlah komisariat yang ada dibawah naungan Hmi cabang gowa raya.

Mereka melakukan lobi-lobi ke komisariat demi mendapatkan dukungan. Tingkah laku serta gelagat para kandidat tersebut membuat semakin ramai perbincangan mengenai calon ketua, sampai melupakan membicarakan program kerja untuk menghadapi tuntutan masa yang makin memanas.

Sejumlah nama sudah disebutkan bakal menduduki organisasi bergengsi di kalangan mahasiswa Islam itu. Mereka adalah Nurcholis Syam, Mustamin, Zubair Aziz, Alumnus, Rudiansyah, Mansur, Imam el haq, Samsuddin dan masih banyak lagi nama-nama yang akan bermuncul dipermukaan. Banyaknya nama yang bermunculan ini karena doktrin para pendahulunya, yakni seorang kader Hijau hitam harus menjadi pemimpin, sesuai dengan al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 30.

Namun ingat, hanya satu yang jadi pemimpin. Sifat ikhlas harus tertanam dalam sanubari para petarung yang sudah siap dalam bursa ketua umum, semoga kawan-kawan yang siap bertarung sudah siap dengan segala yang terjadi. Menang alhamdulillah, kalah bersama-sama kita menata Cabang untuk lebih menerawang angkasa luar yang penuh rahasia.

Sejumlah kalangan mahasiswa Islam yang tergabung dalam HMI Cabang Gowa Raya, kurang menanggapi beberapa calon ketua umum tersebut. Sebab, gelagat seorang pemimpin yang mencerminkan bijaksana dan wibawa itu bukan mencari dukungan tetapi diberi dukungan tanpa dicari. Memilih pimpinan yang menginginkan jabatan akan berdampak buruk bagi Cabang kedepannya.

Secara pribadi, saya sama sekali tidak mempersoalkan figur yang menjadi pucuk pimpinan. Yang terpenting bisa membawa HMI lebih baik dari sebelumnya. Artinya, Ketua dan pengurus agar benar-benar mampu melaksanakan dan menjabarkan program kerja yang telah disepakati bersama dalam konferensi. Dan bukan hanya menebar janji demi kepentingan sesaat, yang kemudian tak akan terealisasi. Lebih baik berkata jujur dari pada berbohong hanya untuk mendapat pujian dan sanjungan.

Sebuah harapan semoga figur yang dihasilkan oleh momen Konfercab sebagai proses politik yang demokratis benar-benar mampu menghasilkan kebijakan yang fresh dan fair dalam keberpihakan terhadap kader serta mampu menjadi lokomotif perubahan internal dan eksternal HMI Cabang Gowa Raya.

Josef Brodsky, pujangga kelahiran Rusia menulis “Orang baik, jika gagal, tidak menyalahkan siapapun” setiap orang memikul tanggung jawab terhadap kelanjutan dan kelurusan sejarah masyarakat yang mereka pilih sendiri untuk tempat hidup

Seni/ P U I S I

CINTAILAH CINTA


Adalah sesuatu yang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak pernah membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang sedangkan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.

Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.

Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama.

Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita.

Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan.

Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula.

Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan yang kejam dapat menghancur-kan kehidupan, sebuah kata yang tak tepat mungkin juga mampu menambah beban batin seseorang, dan… sebuah kata yang penuh cinta kasih mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah.

Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana menciptakan semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya.

Cinta dimulai dengan sebuah senyum dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita adalah orang yang menangis, sementara orang-orang disekeliling kita tersenyum bahagia.Ketika kita menanggalkan hidup, maka kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia… sementara orang disekeliling kita menangis.

Di Balik yang Kita Tahu

ada aku, ada kamu

ada disana, ada disini

mereka juga ada di tempat lain

di tempat yang agak sedikit sama

banyak yang tahu siapa kamu

banyak yang tahu siapa saya

mereka tahu siapa kamu

mereka juga tahu siapa saya

siapa yang tahu siapa

dan siapa yang sama siapa

mungkin saja aku, kamu

mungkin juga kamu, aku

atau,

mereka, kalian dan

kalian, mereka

ya...

siapa yang tahu...?

ada seutas tali yang panjang

tapi tak cukup untuk aku dan kamu

taliku cukup untuk kita

dan talimu cukup untuk mereka

Risalah Redaksi

Assalamu Alaikum Wr, Wb

Segala puji dan syukur hanya teruntuk kepada Sang Pencipta, yang menciptakan alam jagad ini dengan sempurna sehingga kami bisa kembali hadir di tangan para pembaca yang budiman.

shalawat dan salam selalu tercurah hanya kepada kekasih Allah, Muhammad SAW, dialah yang telah mengeluarkan umat manusia dari lembah yang hina menjadi ummat yang diridhoi Allah SWT.

Pembaca yang Budiman...!

pada edisi kali ini, C@kra kembali menuangkan beberapa coretan yang "ringan tapi menggelitik" dan semoga bisa memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Pada halaman awal, kami mencoba mengangkat sebuah headline yakni Konferensi HMI Cabang Gowa Raya VI yang akan digelar pada 02 Februari 2008 di leg Antang, Makassar. Pada pelaksanaan KONFERCAB kali ini rencananya akan diikuti oleh HMI komisariat yang di bawah naungan HMI Cabang Gowa Raya. Pada halaman kedua, kami memberikan sedikit curahan hati dari sebagian kader/ anggota HMI yang kami tuangkan dalam rubrik Suara Kader. Harapan dan keinginan yang ada, coba dihadirkan pada halaman keempat yang dirangkum dalam rubrik KATAKU. Pada halaman akhir, isi hati yang tertuang diatas kertas coba diimbuhkan dengan rubrik puisi.

Semoga tulisan yang ada di tangan pembaca yang budiman bisa menumbuhkan kembali apa yang kita harapkan dan akan jadi kenyataan, amin.

Selamat membaca...

Billahittaufiq Walhidayah

Assalamu Alaikum Wr, Wb.

Yakin Usaha Sampai

IKLAN

Hadiri dan sukseskan...

Konferensi Cabang (KONFERCAB) HMI Cabang gowa Raya ke-6

Kini, kader menunggu pemimpin baru untuk HMI Cabang Gowa Raya.

Pesan Layanan Ini disampaikan oleh:

Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) "C@KRA" HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Jumat, 23 Januari 2009

baca-buku

Reaksi: 

Islam, Doktrin dan Peradaban

oleh Dr. Nurcholish Madjid

Indeks Islam | Indeks Paramadina | Indeks Artikel | Tentang Yayasan



Kamis, 22 Januari 2009

Profil Singkat HMI

Reaksi: 

Profil Singkat
Nama Organisasi : HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
Alamat : Jl. Diponegoro no. 16 A Jakarta Pusat 10310
Telp : 021-2305205

Sifat Organisasi : Independen

Tujuan Organisasi : Terbinanya Insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Swt

Riwayat Singkat Organisasi :
Berdiri : 05 Februari 1947

Riwayat
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) didirikan di Yogyakarta pada 5 Februari 1947, dimasa revolusi kemerdekaan yang penuh dengan gejolak, idealisme dan heroisme HMI merupakan organisasi mahasiswa tertua di Indonesia, sejak awal berdirinya HMI telah menggariskan tekadnya untuk independen, tidak terikat secara struktural atau aspiratif dengan organisasi manapun. Lahirnya HMI atas prakarsa Lafran Pane dengan motivasi dasarnya mempertahankan Negara Republik Indonesia dan derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Agama Islam.

Pada setiap momen yang menentukan dalam perjalanan pertumbuhan dan perkembangan umat Islam dan bangsa Indonesia. HMI tidak pernah melewatkannya tanpa partisipasi yang aktif, kreatif dan korektif. Kiprah HMI yang demikian itu disebabkan oleh kesadaran kuat setiap insan HMI bahwa iman yang diyakini, Ilmu yang dimiliki senantiasa menghendaki perwujudan dalam amal nyata demi mencari ridho Allah SWT. Karena sesejatinya manusia adalah yang berguna bagi bangsa Negara dan agamanya.

Tokoh – tokoh Pendiri
- Lafran Pane - M. Anwar
- Kartono Zarkasyi - Hasan Basri
- Dahlan Husein - Marwan
- Maisaroh Hilal - Zulkarnaen
- Suwali - Tayeb Razak
- Yusdi Ghozali - Toha Mashudi
- Mansyur - Bidron Hadi
- Siti Zainab

Kongres
Terakhir Kongres ke : 25
Di : Makassar (Sulawesi Selatan)
Tanggal : 20 Februari 2006

Diselenggarakan 2 tahun sekali

Keanggotaan
Tingkat Keanggotaan : Anggota Muda
Anggota Biasa
Anggota Luar Biasa
Anggota Kehormatan

Persyaratan Penerimaan :
Mahasiswa Islam yang terdaftar pada perguruan tinggi dan atau yang sederajat

Persyaratan Penerimaan :
Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) menghasilkan anggota muda, Latihan Kader I menghasilkan anggota biasa.

Wilayah/Cabang Organisasi
Saat ini HMI memiliki 17 Badan Koordinasi (BADKO) dan 146 Cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.


Kegiatan Pokok Organisasi
Pada dasarnya seluruh kegiatan HMI adalah training atau pelatihan, yang terbagi menjadi training formal, informal dan non formal.

Training Formal : Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA), Latihan Kader I, II, dan III, Latihan Khusus Kohati, Senior Course, Kursus Politik, dan lain-lain.

Training Informal : Suatu proses transfer gagasan, pengalaman, ilmu dan ktrampilan yang dilakukan secara tidak formal melalui interaksi dan sosialisasi dalam HMI.

Training Non Formal : Diskusi, Seminar, Simposium, Lokakarya, Kunjungan, dan lainnya. Pengembangan minat dan bakat dalam segala bidang demi pengabdian pada masyarakat demi mencari ridho Allah Swt.

Lain-lain
Berperan aktif, kreatif dan korektif dalam semua moment kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

HMI Komisariat Tarbiyah UIN Alauddin Makassar

Loading...

Blog Ijo Itam

HMI Komisariat Tarbiyah

HMI Kom. Tarbiyah Blog

disini HMI Kom. Tarbiyah

Foto Saya
makassar, sulawesi selatan, Indonesia
komunitas hijau hitam di uin alauddin makassar

Laskar YAKUSA